Rumus Ikhlas

Manusia dibekali Allah otak dan hati, keduanya harus sejalan.Kekuatan hati jauh lebih dahsyat daripada kekuatan otak, itu sebabnya banyak orang yang memikirkan hal buruk terjadi padanya, merasakan dengan hati, akhirnya hal buruk itu benar-benar terjadi.  Coba kita balikkan perasaan negatif itu menjadi positif, rasakan seolah terjadi hal baik, bersyukur dengan perasaan bahagia lantas menyerahkan semuanya pada yang kuasa. Inilah yang disebut Ikhlas oleh Erbe Sentanu.

Aku memiliki buku Quantum Ikhlas dan membacanya berulang-ulang agar aku bisa ikhlas pada persoalan hidup yang kualami. Dibantu oleh sebuah audio CD yang membuat rileks, aku berusaha memasuki zona ikhlas. Kadang berhasil, kadang tidak. Rahasianya terletak pada kesejajaran keinginan otak dan hati. Kalau otak memikirkan A, sedang hati merasakan B, hasilnya nihil. Seharusnya otak memikirkan A, hati juga merasakan A. Dan terjadilah kemudahan dalam menjalani hidup.

Ikhlas bukan berarti pasrah dan tidak berjuang. Rumusnya dimulai rasa syukur, sabar, fokus, tenang, bahagia. Orang yang ikhlas pasti bahagia. Semuanya diawali dari rasa syukur. Belajar dari kisah hidup Erbe Sentanu yang divonis tidak bisa memiliki keturunan. Dia menyetel perasaan positif, “Syukurlah akhirnya ketahuan ini sebabnya. Sekarang saatnya mencari solusi.” Aku salut dengan sikap tenangnya menghadapi hal buruk itu. Dia tetap berpikiran positif tentang bayi, membawakan istrinya foto-foto bayi lucu, membayangkan mereka punya bayi itu. Dia tetap berusaha sembuh dengan meminum obat dari dokter. Tak lupa berdoa. Dia abaikan perasaan negatif bahwa dia tak bisa punya anak. Dia kuatkan perasaan positif dan berharap hanya pada Allah. Getaran positif itu mengundang keajaiban. Setahun kemudian putranya lahir.

Otak kita punya 4 gelombang:

1. Beta (14—100Hz): kita berada dalam kondisi sadar penuh, konsentrasi, otak didominasi logika.

2. Alpha (8-13,9Hz): kondisi relaks, istirahat, nyaman, meditati bahagia.

3. Theta (4—7,9Hz): kondisi meditatif yang lebih dalam, khusyuk, dominasi intuisi.

4. Delta (o,1—3,9Hz): kondisi tidur lelap tanpa mimpl, tidak sadar, tidak merasakan punya badan.

Otak anak-anak pada level alpha. Mereka melakukan apapun dengan sepenuh hati. Saat sedih mereka akan menangis sepuasnya, saat senang mereka melonjak kegirangan. Tak ada basa basi di dunia anak-anak. Tak ada pertentangan pikiran dan perasaan yang membuat gundah. Sehabis bertengkar dengan kakak/adik, tak lama mereka akan bermain bersama lagi. Tak ada dendam. Mereka ikhlas. Ini bedanya dengan manusia dewasa. Mari kita belajar ikhlas dari anak-anak.

Level Alpha dan Tetha menjadi pintu masuk ke alam bawah sadar tempat zona ikhlas berada. Untuk mencapainya harus dalam kondisi rileks. Di sini kekuatan doa berlaku. Bukankah Allah berkata: “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kukabulkan.” (Arra’d :30). Jangan lupa, doanya harus sejalan antara otak dan hati. Orang ikhlas dekat dengan Allah, dan orang yang dekat dengan Allah doanya terkabul, atau diganti dengan yang lebih baik.

Jadi, ikhlas itu tak melulu kepunyaan si miskin yang menderita (itu bukan ikhlas, tapi pasrah tak mau beranjak dari kemiskinan). Juga bukan pada penderitaan cinta yang kandas (move on dong). Atau pada bawahan yang ditindas (resign aja). Si miskin, putus cinta dan bawahan yang dizhalimi bisa jadi tidak ikhlas dalam keadaan mereka saat itu, cuma mereka tak punya pilihan lain selain pasrah. Padahal, kalau mereka mengambil sisi positif dari keadaan terpuruk, bisa jadi kekuatan luar biasa dan mengalami keajaiban.

Tak perlu iri dengan orang yang urusannya selalu mulus, mungkin dia pintar menyetel ikhlas dalam dirinya. Sehingga dia mengalami kemudahan-kemudahann dalam hidupnya. Rasa iri hanya menumpuk perasaan negatif dan berujung kegagalan dan penderitaan berkepanjangan. Sudah jatuh, tertimpa tangga, tertimpa bangunannya, lagi.

Mari kita belajar ikhlas, awali semua dari rasa syukur.

*Referensi : Buku Quantum Ikhlas karangan Erbe Sentanu.

Tulisan ini diikut sertakan dalam GIVE AWAY TENTANG IKHLAS

Iklan

6 thoughts on “Rumus Ikhlas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s