Foto-foto Kiara

Gadis no 10, 8-21 Mei 2016

Gadis no 10, 8-21 Mei 2016

FOTO-FOTO KIARA

Oleh : Novia Erwida

Percikan kedua yang dimuat

Percikan kedua yang dimuat

Namanya Kiara. Gadis berumur sepuluh tahun itu dititipkan tante Rani selama seminggu di rumahku. Sebagai anak tunggal, aku sangat senang bisa punya adik walau cuma seminggu. Kehadirannya lumayan menghapus galauku karena baru diputus Galang.

Sore itu Kiara sudah wangi memakai baju santaidan membawa kameranya di leher.

“Kak Adya, kita jalan-jalan ke taman bunga, yuk?” ajaknya.

Aku mengangguk. “Oke.” Jawabku. Aku selalu siap menjadi kakak yang baik buatnya.

Sepanjang jalan, dia memegang tanganku. Sesekali mengayun-ayunkannya. Sedikit menyadarkanku dari lamunan tentang Galang. Matanya berkerling jenaka. “Kakak ngelamun ya?” godanya. Aku balas dengan memajukan bibir.

Saat kami melewati penjual balon, aku menawarkan satu balon buat Kiara.

“Ih… Kakak. Emang Kiara anak TK?” gerutunya.

Aku menepuk dahi. Aku masih berpikir kalau Kiara adalah Tiara, sepupu Galang yang berumur 5 tahun, yang sering kubelikan balon.

“Ups… Sori. Kirain kamu suka.” Jawabku ngeles.

Kami sampai di taman bunga. Hamparan bunga warna warni memanjakan mata. Langsung aku mewanti-wanti Kiara.

“Ambil gambarnya hati-hati, jangan sampai terinjak bunganya. Jangan selfie sambil tiduran. Kalau mau tiduran di rumah aja.” Jelasku panjang lebar.

Kiara melongo memandangku.

“Kak, mau dikasi gambar yang cakep gak?” tanyanya sambil mencolek lenganku.

Aku mengangguk cepat, lalu bergaya minta difoto.

“Foto cakep, kak. Bukan foto kakak.” Ralatnya.

Aduh, anak ini iseng banget.

Kiara berlari mengambil foto di pinggir hamparan bunga. “Yihaaa… Berasa di surgaaaa…” serunya.

Aku duduk di bangku kayu sambil memandang awan. Ada bayangan Galang di situ. Kenapa sih, dia ngikutin aku terus? Ternyata aku masih gagal move on.

Kubuka tasku. Ada komik yang belum selesai kubaca. Biarlah aku membunuh waktu dengan komikku. Kubuka halaman pertama komik. Ada tulisan Galang di sana. Komik ini pemberian Galang. Aku urung membacanya. Kuraih gadget, dan aku membuka sosial media.

Tanganku tak bisa kucegah membuka akun Galang. Semakin aku kepo, semakin aku sakit. Galang sedang online. Kutahan diri untuk tidak menyapanya duluan. Status terbarunya, berpacaran dengan…. Uh! Aku meledak. Aku harus segera move on. Akhirnya kumatikan gadget dan menyusul Kiara.

“Lihat fotonya dooong…” aku mendekati Kiara.

Wajah Kiara sumringah. Dia seperti habis menemukan harta karun.

“Cakep kaaak…” katanya sambil memperlihatkan hasil gambarnya.

Aku memencet tombol kamera dan melongo. Tak ada amarilis di sana. Tak ada mawar. Tak ada daisy. Tak satupun gambar bunga yang diambil.

“Mana bunganya?” tanyaku.

“Lho? Emang tadi aku bilang mau foto bunga? Kan aku suka motret serangga. Ada koleksi foto semut, kumbang, belalang, kupu-kupu, capung dan….”

Alisku terangkat. Ingin tahu kelanjutan kalimatnya.

“Kak Adya.” Serunya kencang.

“Aku? Serangga?” kukejar dia yang tertawa cekikikan.

Ah, Kiara…

***

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s