Curhat Emak, Dunia Penulis

Lokakarya Penulisan Buku Cerita Anak Bermuatan Lokal (Hari Kedua)

Cerita hari pertama ada di sini.

Hari kedua lokakarya, saatnya mengembangkan ide cerita yang sudah dirancang hari sebelumnya. Tapi tunggu dulu, masih ada beberapa rambu yang harus diperhatikan.

Bagaimana karakter menggulirkan cerita.

  • Bagaimana dinamika interaksi antar tokoh?
  • Bagaimana tokoh menyelesaikan masalah? Apakah ini relevan dengan sifatnya?
  • Apakah resolusi terjadi secara natural?
  • Apakah tokoh berubah sifatnya / pandangannya / pendapatnya setelah cerita?

Alur cerita mencakup:

  • Eksposisi / menjelaskan
  • Ketegangan yang meningkat
  • Klimaks
  • Menyesuaikan masalahnya / finding action
  • Resolusi

Mengembangkan alur BME

B : Beginning

M : Midle

E : Ending

  1. Set up / beginning (siapa, dimana, apa, mengapa)
  2. Aksi / middle (apa yang terjadi, mengapa, bagaimana)
  3. Penyelesaian / ending (mengapa, bagaimana)

Jadi tugas di hari kedua adalah membuat 8 kalimat BME dari ide yang sudah ada di kepala masing-masing peserta. Kami diberi contoh beberapa buku, salah satunya Kring-kring karya Mbak Nur. Buku Kring-kring yang menceritakan ibu beruang, setelah dibahas ternyata banyak pesan di dalamnya. Mengenal bentuk, mengenal nama binatang, mengajak anak mencari solusi dari masalah yang dialami ibu beruang, dengan ilustrasi yang cerah dan menarik. Padahal mbak Nur tidak menjelaskan ini lho nama bentuk. Ini lho nama binatang. Tapi lewat halaman per halaman, anak bisa belajar secara tersirat. Keren kan?

Ada juga buku yang bikin baper, judulnya Si Rama-rama. Aku sampai menitikkan airmata lho. Ternyata bisa ya, buku anak bikin pembaca terharu. Nah, tugas penulislah membuat buku yang menarik, menyentuh dan selalu dikenang.

Oke lanjut ke BME. Tugas penulis membuat sari dari cerita 2 kalimat begining, 4 kalimat middle dan 2 kalimat ending. Agar tujuan penulis tercapai, cerita harus sesuai skenario. Silakan perhatikan wajah-wajah tegang berikut ini.

Setelah BME selesai, saatnya pengembangan cerita dalam bentuk table. Karena peserta ditargetkan menulis untuk letsread, halaman dibatasi minimal 16 maksimal 20 halaman. Semua kembali ke laptop (kaya tukul ya), lalu mulai ketak ketik.

Ternyata tidak gampang, sodara. Aku yang biasa cerewet dan boros kata dalam menulis cerpen, harus meringkas, menarik inti satu adegan (halaman) dengan satu kalimat atau narasi saja. Wow. Salah melulu. Lalu Ibu Eva memberi trik, agar porsi narasi dan dialog seimbang. Panduan ilustrasi juga harus jelas, hanya menggunakan satu adegan. Biar ilustratornya nggak bingung hehe.

Lalu bagaimana? Ya sampai di sini dulu. Nanti tugas table ini disetor, kalau lolospun, Bu Eva sudah berpesan itu belum menjadi sebuah buku. Akan ada revisi dan revisi lagi.

Oya, 2 hari lokakarya lumayan bikin capek. Jadi Bu Eva menyarankan jauh-jauh dari naskah dulu, endapkan. Nanti beberapa hari setelah itu, baru buka lagi dan revisi. Ini membuat kita beralih dari seorang penulis pada seorang pembaca. Hal ini membuat lebih ojbektif menilai karya.

Pada sesi terakhir, ada materi tentang ilustrasi. Tapi ini khusus illustrator dan kayanya nggak terlalu penting juga dijabarkan di sini. Soalnya saya juga sering roaming dengan banyak istilahnya hehe.

Komentarku tentang acara ini? Luar biasa. Pematerinya enak menyampaikan, bahkan Bu Sofie ingat kalau kami pernah bertemu dulu di Bekasi. (mungkin karena aku terlalu tinggi kali ya, gampang dikenali.) Foto di bawah ini, temanku bilang aku balapan tinggi sama spanduk -_-

Semoga tulisan ini bermanfaat ya teman-teman. Maaf kalau kurang dipahami. Karena di sana kami kebanyakan praktek langsung. Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s