Kopdar Di Jam Gadang (Part 2)

Pada hari Minggu ku turut ayah ke kota. *Eh, malah nyanyi. Minggu kemaren, tepatnya 24 April 2016, adalah perayaan ulang tahun pernikahan sahabatku, Naqiyyah Syam. Dia dan suaminya merayakan ultah pernikahan dengan jalan-jalan ke Bukittinggi. Pas banget kan, kita jadi bisa ketemuan. Kami janjian kopdar di Jam Gadang. Kenapa berani bilang sahabat, ketemu aja belum? Hehe… soalnya udah curhat-curhatan di grup WA atau japri. Orangnya asyik di WA, dan di dunia nyata ternyata sama.

IMG-20160424-WA0027
Mbak Naqi adalah ibu hebat. Dengan mengasuh 3 anak tanpa ART, dia bisa menjadi penulis buku dan seorang blogger. Gimana ngatur waktunya? Jangan disamakan denganku yang manja ini. Aku mana bisa nulis tengah malam saat anak tidur. Yang ada aku malah ikut tidur. Tapi Mbak Naqi seperti punya tangan gurita. Semua bisa dia selesaikan. Walau kadang mengeluh vertigonya kambuh, tapi dia tetap bisa menyelesaikan tugasnya. Dia sempurna saat menjadi istri, Ibu atau penulis yang hebat. Aku salut dan sering malu melihat diri sendiri yang enggan bekerja keras. Malah aku sering mengeluh dan baper.

Main dulu sambil nunggu Ummi Naqi datang

Main dulu sambil nunggu Ummi Naqi datang

Nurul Qisthi udah nggak sabar main di taman Jam Gadang. Tapi Mbak Naqi malah terjebak macet. Untuk mengisi waktu, aku ngajak anak-anak main dulu. Syukurlah mereka anteng. Mereka bebas bermain sampai voucher habis.
Kelar bermain, Mbak Naqi masih belum nyampe. Akhirnya ajak anak-anak muter dulu, walau mereka mulai garuk-garuk kepala dan menguap. Sudah jadwal tidur siang, sih. Tak lama, Mbak Naqi bilang dia sudah sampai. Aku langsung menuju taman.
Dari jauh aku lihat jilbab pinknya, ada anak kecil juga, pasti Aisyah. Langsung aja kusamperin. Subhanallah… Kaya ketemu teman lama. Salaman, cipika cipiki dan kita sibuk foto-foto. Cerkrek… Anak-anak mulai bosan. Cekrek lagi. Anak-anak berlarian. Cekrek terus. Pokoknya sampai mereka protes, baru deh kita sadar kalau sudah ada buntut. Nggak kaya jaman kuliah lagi hehehe.
Sayang sekali kami ngobrolnya nggak bisa lama. Nurul Qisthi nguap terus, Faris (anak pertama Mbak Naqi) nggak sabar pengen jalan ke lobang jepang. Cuma sebentar bisa bersama, akhirnya kita berpisah. Berat banget, masih pengen curhat. Padahal Bukittinggi Padang nggak jauh, cuma nggak ada waktu aja untuk saling mengunjungi.

Persahabatan dijalin lewat medsos :-)

Persahabatan dijalin lewat medsos 🙂

Sebentar lagi Mbak Naqi akan kembali ke Lampung. Suaminya sudah selesai kuliah di Padang. Ada keinginan untuk bisa berjumpa lagi dan ngobrol santai, nggak buru-buru kaya kemarin. Untuk saat ini, tekhnologi bisa melipat jarak. Walau jauh, aku tetap merasa dekat dan bisa chatting setiap saat. Semoga ada kesempatan aku bisa ke Padang atau bahkan ke Lampung. Aamiin…

Iklan

4 thoughts on “Kopdar Di Jam Gadang (Part 2)

  1. Terima kasih Uni Novia, senang banget bisa ketemuan setelah 2 tahuan lebih ya curhatan di WA hihi…aku akan mengingat pertemuan keren dengan Uni yang suaranya tegas, suka banget suara yang menenangkan, sama kayak nasehat dalam tulisannya, uhuy … Aku pasti akan merindukan mau ketemuan lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s