Gabung Dengan Komunitas Menulis, Yuk?

Ada beberapa teman yang heran melihat medsosku selalu online. Medsos memang seperti pisau bermata dua. Kita bisa habis waktu dengannya, atau kita yang pegang kendali memanfaatkannya. Aku aktif bukan untuk bermain-main di beranda. Ada banyak peer yang harus kuselesaikan, dan harus menggunakan medsos.

Buatku, komunitas sangat penting. Aku punya teman yang saling menyemangati untuk tetap berkarya. Karena aku sudah fokus jadi penulis media, maka aku aktif dalam beberapa kelas menulis. Adakalanya jadwalku bentrok. Biasanya, satu kelas hanya mewajibkan pesertanya menulis satu cerpen dalam seminggu. Kalau bentrok, ya kalikan saja. Kadang aku harus bikin dua cerpen, kadang tiga, parahnya lagi, aku harus menulis di grup A, dan menjadi Pije di grup B dan C dengan tiga puluhan naskah. Semua harus kelar dalam seminggu. Wew… Kalau dipikir-pikir, bisa teler.

Ternyata aku bisa. Nggak perlu pake pikir-pikir, hajar aja. Minggu ini betul-betul melelahkan. Tapi aku puas. Aku bisa mengalahkan rasa malasku dan rasa minderku saat berada di kelas.

Oya, kenalan yuk dengan komunitasku.

  1. Be A Writer

Ini adalah grup menulis pertamaku. Belajarnya gratis. Penemunya mbak Leyla Hana. Selama ini aku cuma kenal namanya di Annida, enggak nyangka bakal berteman dan masuk grup kerennya. Aku belajar Bahasa Indonesia lagi dari awal, belajar menyusun kata, belajar membuat cerita dari gambar, dll.

BAW punya komunitas di facebook bernama BAW Community. Ada banyak kelas di sini. Kelas fiksi dan non fiksi. Penghuninya sekitar 800 orang. Grup ini tertutup, bisa request kalau kamu mau masuk. Boleh juga main ke sini.

  1. Penulis Tangguh

Rasanya mimpi bisa masuk grup asuhan Mbak Nur ini. Soalnya pijenya sangar, kelasnya ketat dan ada sanksi dikeluarkan kalau tidak aktif menulis. Penulis tangguh adalah grup menulis gratis yang belajar hampir semua tema penulisan. Fiksi, non fiksi, synopsis, skenario, ngeblog, kelas Bahasa Inggris dll. Saat ini ada 48 orang di dalam grup. Silakan mampir ke sini.

  1. Merah Jambu Gabungan

Grup ini adiknya Penulis Tangguh. Isinya alumni kelas menulis Merah Jambu, kelas berbayar, gabungan dari siswa kelas cerita anak dan kelas cerita dewasa. Awalnya kelas ini terbentuk karena ingin mengikuti langkah Penulis Tangguh. Jadi penghuninya disaring dulu sama mbak Nur. Persis Penulis Tangguh, siapa yang tidak aktif akan dikeluarkan. Ada 51 orang di grup ini. Ini contoh tulisan yang sudah dimuat di media.

  1. Rumah Jamur Kurcaci Pos

Grup ini khusus cernak, digawangi oleh mas Bambang Irwanto. Ada pembagian jadwal posting cerpen juga, cuma karena tidak ada sanksi, jadi banyak yang bolos sesukanya. Hehe. Penghuninya 129 orang, alumni kelas berbayar Kurcaci Pos. Kamu bisa belajar bikin cernak di sini.

Jadi ngapain aja di grup? Banyak pake banget. Setiap Minggu kita dilempar satu tema, harus bikin cerpen baru dengan tema tersebut. Aku malah hampir nangis karena stress berat awal masuk PT. Tapi lama-lama aku sadar, grup ini betul-betul menempa kwalitas mental dan tulisan anak didiknya. Banyak tulisanku yang bermunculan hasil belajar di kelas. Kalau tidak disiplin, tak akan jadi-jadi itu tulisan.

Saat bertugas jadi pije, aku harus membaca semua naskah teman-teman, lalu memberi masukan dimana letak kurangnya, dan member saran yang membangun. Tak ada basa-basi untuk kemajuan. Kalau bagus ya bilang bagus, jelek ya bilang jelek. Tunjukkan jalan kebenaran. #eh

Minggu lalu aku keteteran karena harus menyelesaikan tiga cerpen dalam seminggu. Minggu ini dua cerpen plus dua tugas jadi pije. *Lap keringat. Hari ini aku lega, bisa menyelesaikan semua tugasku semaksimal mungkin. Kulihat file cerpen di folderku mulai menumpuk, hasil kelas yang belum dikirim ke media manapun. Alhamdulillah.

Untuk meraih kesuksesan, memang perlu kerja keras. Menjadi penulis tak bisa hanya modal “ingin”. Tak perlu juga maruk, ikut semua grup tanpa menyelesaikan tugas-tugas. Ambil yang kamu rasa sanggup, lalu jalankan tugasmu.Grup di atas hanya segelintir dari grup menulis yang ada. Jadi, kamu ikut grup apa?

Selamat menulis. 😀

Iklan

17 thoughts on “Gabung Dengan Komunitas Menulis, Yuk?

  1. Betul sekali, Mbak Novia.
    “Karena tidak ada sanksi, maka banyak yang bolos sesukanya.”
    Padahal selalu saya “ancam” akan kasih “SIP” (Surat Izin Pindah) ke negeri lain hehehe….

    Ehm baiklah.. bulan depan sudah ada SIP. Jadi siap-siap saja hahahhaa….

  2. Kereeen, Uni. 30 naskah itu sesuatu banget… Lah yg di baw ga nyampai 10 aja ngos2an sayanya. Kehausan dan kelaparan. Hahaha….
    Btw, Uni sayang… Medsos katanya. Bukan sosmed. Kalau dalam bahasa Inggris baru socmed 😀

  3. Hi Kak,

    Klo mau gabung di group2 tersebut gmn caranya ya?
    adakah group yang menerima anggota tanpa pengalaman menulis? cuma bermodal keinginan saja?

    Terimakasih

    • Sekarang grup Kurcaci dan BAW sudah off. Kalau mau ikut kelas Penulis Tangguh dan Merah Jambu, juga sudah tutup. Ada Kelas Biru khusus buat yang ingin belajar dengan mbak Nur. Coba hubungi beliau di FB Nurhayati Pujiastuti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s