Tak Perlu Merasa Bersalah

Ibu adalah seseorang yang bersedia berkorban apapun untuk anaknya. Aku sudah merasakannya. Tak bisa makan dengan tenang. Tak bisa lagi tidur lelap. Dan tak bisa seenaknya keluar rumah seperti masa gadis dulu. Dulu kupikir,menjadi ibu memang harus begitu. Walau didera rasa bosan, muak mengerjakan itu-itu saja.

Berbagai pencerahan menghampiriku. Dimulai dari status teman-teman, juga hasil gugling sendiri. Menjadi Ibu tak perlu merasa tersiksa. Aku harus bisa membahagiakan diri sendiri. Keluar dari rutinitas bersama anak. Dulu aku rela melepaskan pekerjaan demi menjaga buah hati. Rasanya wah bisa melihat setiap detik tumbuh kembangnya. Syukurlah aku tidak melepas semua job, aku masih mempertahankan pekerjaan part time, 4 kali seminggu selama dua jam per hari.

Lelah? Sudah pasti. Tapi menjadi full mom, sungguh aku tak betah. Maaf, postingan ini murni curhat. Aku nggak akan mengulik-ngulik bahasan mom war irt vs karir. Posissiku di tengah keduanya. Aku bekerja part time. Walau cuma sebentar, selalu ada rasa bersalah saat meninggalkan anak.

Aku kangen bisa pergi sendiri, menikmati kesendirian. Malah aku tak suka saat suami mau menemani. Ada saatnya bersama, ada saatnya aku sendiri tanpa suami dan anak. Kesendirian bukan untuk jalan-jalan tanpa tujuan. Bukan ngumpul bareng teman-teman. Aku tak suka keramaian. Sejak menjadi ibu, aku harus bisa mengefekifkan waktu. Sejam dua jam di luar cukup untuk mengecas kembali energi positif bersama anak. Aku harus menentukan pilihan, mau “me time” dimana.

Aku tak suka belanja, tak suka salon, tak suka nonton. Perpustakaan adalah pilihan terbaikku. Berada di kesendirian dengan wangi parfum di ruang baca dan keheningan memanjakan telingaku. Aku suka di sini. Di sinilah tempat terbaik untuk melepas lelah.

Memang harus ada koordinasi yang manis dengan anggota keluarga. Kalau ingin si ibu tak bermuka masam setiap hari, biarkan dia sendiri. Biarkan waktunya habis dengan hobinya, jangan disela. Ibu yang bahagia, akan menjadi cahaya dalam keluarga. Ibu yang bersedih, akan menumpuk kesal dan memendam kelelahan yang luar biasa.

Aku harus bisa menjadi diriku sendiri. Menikmati pilihan hidupku menjadi ibu sekaligus bekerja di luar rumah. Mood ku terjaga saat jauh dari anak. Karena aku bukan type ibu yang punya kesabaran seluas samudera menghadapi anak. Aku gampang bete hanya mendengar tangisannnya.

Aku adalah irt, guru dan penulis. Menulis bagiku penyaluran hobi sekaligus meminimalisir energi negatif dengan kejenuhan pekerjaan di rumah. Walaupun menulis pekerjaan sampingan, bukan berarti aku harus menulis sesempatnya saja. Aku ingin fokus saat menulis, fokus saat menjadi guru dan fokus mengahadapi anak.

Terima kasih untuk orangtuaku yang bersedia menjaga anak selama aku menikmati “me time”. Sudah setua ini, orang tua masih menganggapku anak-anak. Saat aku bosan, mereka tak pernah melarang aku untuk sendiri. Pak suami tak pernah membiarkanku sendiri. Berdua dengan laptop saja, dia bisa cemburu 😀

Banggalah dengan pilihan, menjadi irt atau berkarir. Sebab apapun pilihanmu, selalu ada plus minusnya.

Iklan

2 thoughts on “Tak Perlu Merasa Bersalah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s