Kado Terindah

Alhamdulillah, hari ini genap usiaku tiga puluh titik-titik. *Hitung kerut. Menjalani peran sebagai istri, ibu dan penulis yang sangat moody. Tak ada perayaan khusus di ulang tahun kali ini, tak ada kue, karena Nurul lagi batuk. (Hiks… Dia bisa menghabiskan banyak kue dan krim sampai belepotan, dan itu hanya memperparah batuknya). Juga tak ada kado istimewa, karena suami sering salah beli. (Hehe) jadi tahun ini dikasi mentahnya saja. Alhamdulillah… Lumayan buat jajan baju dan tas sambil muter-muter traktir Nurul beli mainan.

Dari kemarin malam Nurul tidurnya gelisah terus. Aku dan suami sering terjaga dan meraba keningnya. Beberapa hari yang lalu Nurul panas, batuk pilek. Biasalah, kalau hari hujan dia sering terserang flu. Karena sudah dari bayi  Nurul alergi dingin. Paginya aku bangun dengan badan sempoyongan, kurang tidur.

Habis mandi, Nurul meraba-raba pantat, katanya sakit. Wajar sih menurutku. Soalnya Nurul sempat sembelit selama demam, jadi mungkin anusnya luka saat mengeluarkan pup. Tapi Nurul terus bilang sakit, aku langsung khawatir kalau bakteri amoeba kembali menyerangnya. Gejalanya sama, Nurul pegang-pegang pantat bilang ada semut di dalam. Bukan di perut. Tak kuat rasanya melihat Nurul harus minum antibiotik lagi. Tapi aku harus siap, daripada terlambat mengobati.

Akhirnya Nurul tertidur dengan digosok-gosok pantatnya. Saat terbangun, menjerit lagi. Lalu dia mencret di kasur. Aku biarkan sampai selesai. Dan segera ambil sampel pup untuk diperiksa ke labor. (DSA nya sering bilang, waspadai kalau anak mencret lebih dari 3 hari. Walau frekwensinya hanya sekali sehari, tapi beol encer bikin aku cemas juga.)

Alhamdulillah, nggak ada amoeba. Cuma leukosit 0-2, artinya normal. DSAnya udah liburan, jadi Nurul kubawa ke praktek dokter sebelah rumah. Kebetulan masih family. Nurul diperiksa dan nggak dikasih obat apapun. Mencretnya adalah proses pengeluaran racun dari tubuh, dan itu wajar. Selama demam dikasi air kelapa muda setiap hari. Mungkin tadi perutnya melilit dan dia nggak ngerti cara menjelaskannya. Aku parno aja kejadian kaya dulu. *Wajarlah, Ibu mana sih yang nggak cemas kalau anak sakit?

Alhamdulillah, baru sore hari aku bisa tersenyum di hari ulang tahunku. Syukurlah nak, kamu baik-baik saja. Melihatmu sehat adalah kado terindah buat Bunda.Sehat terus ya, Nak. *Kiss

Aku semakin semangat saat teman mengabarkan kalau tulisanku dimuat di Kompas edisi besok. Semangat menulis yang sempat kendor, jadi bangkit lagi. Kondisi kesehatan Nurul bukan alasan untuk berhenti menulis. Aku pasti bisa curi-curi waktu kaya dulu, asal aku juga sehat. Alhamdulillah, nggak jadi gantung pena. 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s