Ada Rezeki Di Balik Sedekah

Maret ini adik iparku nikah. Otomatis keluarga besar pada sibuk. Bikin baju seragam, beli ini, beli itu. Dan aku dititipi kakak ipar kain untuk diolah menjadi baju anak-anak. Awalnya aku merasa sedikit terbebani, karena aku sedang ikut kelas menulis dengan peer seabrek-abrek. (Lebay ah, cuma satu dalam seminggu). Tapi karena segan, aku tak kuasa menolak. Maka aku mulai mencicil dengan menggunting pola dulu di atas koran.

Polanya sudah jadi, Nurul sakit. Aku sibuk dengan Nurul dulu sampai dia baikan. Lalu tugas di sekolah lumayan banyak. Menjahitnya tertunda lagi. Demikian selanjutnya, dan kain itu tergeletak lemah tak berdaya. Hampir sebulan baru kusentuh.

Aku berusaha ikhlas dan merasa ini bukan beban. Aku hanya membuat beberapa baju untuk anak-anak. Dan itu tak akan mengurangi jatah menulisku. Eh sebenarnya mengurangi, sih. Waktu menulis tersita untuk menjahit. Hasilnya aku hanya bisa membuat peer di kelas, dan tak ada tulisan lain. Aku pasrah, padahal sedang lomba dengan teman-teman setiap akhir bulan hitung-hitungan jumlah tulisan.

Baju Dini (yang besar), Nurul dan Qisthi

Baju Dini (yang besar), Nurul dan Qisthi

Pinggang dan punggungku masih capek, tapi melihat hasilnya memuaskan, aku lega. Tugasku sudah selesai. Tak ada lagi memotong bahan dan furing, menjahit tangan dulu baru mesin jahit. Aku merdeka…!

IMG_20150321_123429

Ini baju Nurul, cantik kan?

Nurul sangat suka dengan baju ini. Belum diobras, dia sudah pakai. Setelah rapi, dia malah ketagihan. Jadi baju ini diumpetin dulu  menjelang hari H.

IMG_20150321_123440

Qisthi monyong tanpa disuruh

Dan ini baju Qisthi. Walau kuusahan kembar, motif kain yang besar membuat baju ini sedikit berbeda. Lengan baju Nurul berwarna Pink, dan Qisthi abu-abu. Tak ada kain pink lagi. Tapi tetap cantik, kok. *maksa

1426262809315

Ini sisa bahan bajuku. Dadanya dihiasi bros.

Enaknya punya anak perempuan, aku bisa memanfaatkan sisa kain untuknya. Mungkin masih bisa bertahan setahun dua tahun ini. Badannya masih imut. Kalau sudah besar nanti, harus beli kain lebih banyak.

Dan aku menemukan keajaiban. Saat aku memasrahkan tulisan dan memastikan kalah, Allah menjawab dengan hadiah. Tulisanku dimuat berturut-turut, saat aku hanya bisa menulis satu seminggu. Dan yang kutulis itu langsung dimuat. Baiknya Allah…

Jadi ingat kata ustad YM, orang baik, rejekinya baik. Aku baru berusaha tidak mendongkol menjahit sebanyak itu, langsung dikasih hadiah. Jadi, trik agar dimuat itu bukan begadang bikin banyak tulisan. Tapi bikin saja satu tulisan semampumu, dan bantu orang lain. Allah akan bantu kamu.

Iklan

7 thoughts on “Ada Rezeki Di Balik Sedekah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s