Cerita Anak : Saat Zakia Terluka

10857109_942598282417357_6730703181412240034_o

SAAT ZAKIA TERLUKA

 

Dimuat di Padang Ekspres 18 Januari 2015

“Jangan lupa tutup cuttermu.” sekali lagi Ibu mengingatkan Zakia. Zakia memeriksa cutter dalam kotak pensilnya, sudah tertutup rapat.

“Sudah, Bu.” jawab Zakia. Lalu Zakia pamit dan mencium tangan Ibu.

Hari ini pelajaran prakarya. Bu guru menyuruh membawa kertas karton, pewarna, dan cutter. Ibu selalu khawatir setiap kali Zakia membawa benda tajam ke sekolah. Zakia harus hati-hati dengan cutternya. Jangan sampai melukai teman.

Zakia sampai di kelas, terlihat teman-teman mengerubungi meja Billa. Billa membawa cutter yang cantik, ada hiasan Putri Salju di ujungnya. Tutupnya juga memakai gambar Putri Salju.

“Beli dimana?” tanya Lolly, si gadis kacamata.

“Hadiah Pamanku.” jawab Billa sambil tersenyum.

Zakia meletakkan tas sambil memandang cutter itu dari kejauhan. Ada sedikit rasa iri di hati Zakia. Cutter Billa sangat cantik. Zakia menatap cutternya yang berwarna pink polos. Sama sekali tidak menarik.

Bu guru datang. Pelajaran dimulai. Bu guru mencontohkan cara melubangi gambar untuk disablon. Semua anak diberi gambar yang sama. Dengan hati-hati Zakia mengikuti garis yang harus dilubangi.

“Aduh…!” Billa menjerit. Tangannya berdarah.

Zakia menghentikan pekerjaannya. Bu guru mendekati Billa, memeriksa lukanya. Lalu Billa dibawa ke ruang UKS.

“Haha.. Rasain. Pamer cutter segala, sih.” celetuk Anton.

“Ih.. Anton. Kasihan Billa kan?” bela Tina.

Entah mengapa Zakia mensyukuri tangan Billa yang luka. Zakia sependapat dengan Anton. Billa luka karena pamer.

Billa kembali ke kelas dengan tangan berbalut plester. Billa mau pulang, tangannya sakit dan tak mungkin melanjutkan memotong kertas.

Zakia melirik tangan Billa. Pasti sakit. “Coba kalau Billa tidak pamer, pasti tangannya tidak luka.” Kata Zakia dalam hati.

***

            “Tadi Billa luka, Bu.” Kata Zakia sambil memotong kentang.

“Oya? Makanya kalau pakai benda tajam itu hati-hati.” Jawab Ibu sambil menggoreng kerupuk.

Zakia dan Ibu mau membuat sup. Wortel dan kentang sudah dipotong. Tinggal bawang daun. Zakia memotong sambil memalingkan wajah, supaya uap bawang tidak membuat perih matanya. Tiba-tiba…

“Aduh…!”tangan Zakia tersayat. Berdarah. Ibu segera mematikan kompor. Mengambil kain kasa dan obat luka.

“Baru tadi Ibu bilang hati-hati.” Tegur Ibu sambil mengoleskan obat luka. Zakia meringis. Perih.

Zakia langsung ingat Billa.

***

            Pagi ini Zakia ke sekolah dengan plester di jarinya. Jarinya masih terasa sakit kalau di sentuh. Ibu bilang jangan sampai kena air, nanti lama sembuhnya.

Zakia meletakkan tas. Tampak Billa di meja sebelah. Tangan Billa juga di plester. Sekarang Zakia merasakan bagaimana sakitnya luka akibat kurang hati-hati.

“Cutter Putri Saljunya mana?” Tanya Anton sambil mencemooh Billa.

“Anton!” Tina melotot ke Anton. Sejak kemarin Anton usil sekali.

Billa tertunduk. Tina mendekati Billa. Anton sudah berlari ke luar kelas sambil tertawa.

Kali ini Zakia tidak sependapat dengan Anton. Zakia mendekati Billa.

“Aku juga luka.” Kata Zakia sambil memamerkan plester di jarinya.

“Jarimu kenapa?” Tanya Billa.

“Tersayat pisau waktu memotong bawang.”

“Hiy… Pasti sakit.” Celetuk Tina.

Zakia mengangguk.

“Si Anton kok kesal sekali dengan cutterku?” keluh Billa sambil mengelus lukanya.

“Udah, biarin aja. Dia memang usil, kok.” Jawab Tina.

“Padahal aku tak ada niat pamer. Cuma itu cutter yang ada di rumah.” Kata Billa.

Penjelasan Billa menyadarkan Zakia. Zakia terlalu berburuk sangka. Mungkin karena itu Allah menegur Zakia. Sehingga Zakia juga merasakan sakitnya Billa. Zakia menyesal. Karena sifat iri, di jadi terluka.

***

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s