Cerita Anak : Kacamata Nadya

Dimuat di padang Ekspres, 4 Januari 2015

KACAMATA NADYA

IMG_20150104_171159

Ada yang berbeda dengan penampilan Nadya hari ini. Nadya memakai kacamata. Wajah imutnya semakin cantik dengan bingkai kacamata berwarna pink. Kacamatanya lucu sekali.

Nadya selalu membawa kotak kacamatanya. Setiap kacamatanya berdebu, dilap dengan lap khusus yang disimpan dalam kotak kacamata. Nini memperhatikan Nadya. Sepertinya asyik punya kacamata.

Nini menghampiri Nadya. “Kenapa kamu pakai kacamata?” Tanya Nini.

“Mataku tidak bisa melihat tulisan di papan tulis. Setelah diperiksa, aku diresepkan memakai kacamata.” jawab Nadya sambil mengangkat kacamatanya yang melorot.

Nini juga ingin punya kacamata. Lalu Nini melihat papan tulis, semua tulisan terlihat jelas. Pasti Ibu tak mau membelikan Nini kacamata.

“Memangnya kenapa matamu bisa sakit?” tanya Nini.

“Aku suka menonton TV terlalu dekat. Main komputer juga terlalu sering. Jadinya begini deh.” Kata Nadya sambil menunjuk kacamatanya.

Sepulang sekolah, saat Ibu tak ada di rumah, Nini duduk dekat dengan TV. Nini juga suka main game lama-lama, agar punya kacamata. Nini melakukannya setiap hari. Dan akibatnya, mata Nini jadi perih.

“Bu, mata Nini merah. Perih sekali.” Nini meringis menahan sakit.

Ibu melihat mata Nini yang berair. “Ayo kita periksa.” kata Ibu.

Nini bersorak dalam hati. Sebentar lagi pasti Ibu membelikan kacamata. Nini akan secantik Nadya. Bisa bergaya dengan kacamata. Nini mau pilih warna ungu saja.

Dokter memeriksa mata Nini. Matanya diintip lewat sebuah alat. Nini menunggu dengan tak sabar. Hari ini kacamata Nini harus ada.

Dokter meresepkan obat yang harus ditebus di apotik.

“Mata Nini sehat. Perihnya cuma karena kebanyakan nonton TV.” kata dokter sambil tersenyum.

“Nggak pakai kacamata dok?” tanya Nini.

“Tidak perlu.” Kata dokter sambil tersenyum.

Nini kecewa. Dia tidak jadi pakai kacamata.

Nini menunggu Ibu menebus resep. Ada obat tetes untuk mengobati matanya yang kering. Sakit mata itu ternyata tidak enak.

Sambil menunggu, Nini melihat model kacamata di optik sebelah apotik. Warnanya bagus-bagus. Harga kacamata itu mahal. Bingkai kacamata Nadya saja harganya 300 ribu. Belum termasuk harga lensanya.

Ibu sudah selesai mengambil obat. Saatnya pulang. Mata Nini terus menatap kacamata di optik itu dari kejauhan. Nini masih ingin punya kacamata.

“Bu, kita beli kacamata ya?”

“Buat apa? Kan doter bilang matamu sehat?”

Ibu menyetop angkot. Nini bergegas masuk. Takut ketinggalan.

Sampai di rumah, Nini masih terpikir kacamata tadi. Nini menghampiri Ayah.

“Yah, belikan kacamata ya?” kata Nini manja.

“Kan Ibu bilang matamu sehat? Kenapa harus pakai kacamata?” tanya Ayah.

“Nini ingin seperti Nadya yah. Pakai kacamata semakin terlihat cantik.”

Ayah tertawa. “Pakai kacamata itu repot, Nini. Ayah tidak bisa baca koran kalau tidak pakai kacamata. Kakek juga tidak bisa melihat tanpa kacamata. Beruntunglah Nini diberi mata yang sehat.” jawab ayah.

Lalu Ayah mengajak Nini jalan-jalan sore. Mereka mampir di pertokoan. Ada berbagai macam souvenir yang dipajang di sepanjang toko. Ada tas, kaos, gantungan kunci, dan kacamata. Nini tertegun di depan pajangan kacamata plastik itu. Ternyata Nini masih ingin punga kacamata.

“Nini mau yang mana?” tanya Ayah.

Nini menunjuk kacamata warna ungu seperti punya Nadya. Ada hiasan kupu-kupu di sudut kacamata. Cantik sekali.

Ayah mengambil kacamata itu. Lalu membayarnya. Nini senang, sekarang dia sudah punya kacamata. Walaupun kacamata mainan.

Kemana-mana Nini selalu memakai kacamata barunya. Nini juga punya tissue khusus untuk mengelap kacamatanya. Kalau Nini naik motor dan duduk di depan, kacamata itu membantu menahan agar angin tak membuat pedih matanya. Nini suka kacamatanya.

Tapi Nini senangnya cuma sebentar, lama-lama bosan juga. Saat kacamata itu bertengger di atas hidungnya, barulah Nini merasa berat dan repot. Betul kata Ayah, tanpa kacamata itu menyenangkan. Nini tak perlu takut terkena lemparan bola saat bermain. Nini tak perlu mengelap kacamatanya yang berdebu setiap saat. Ini baru kacamata mainan yang ringan, bagaimana dengan Nadya ya? Kan dia pakai kaca betulan. Pasti berat.

Nini bersyukur punya mata yang sehat. Nini akan merawat matanya sampai dewasa, semoga mata Nini selalu sehat dan tak pakai kacamata.

***

Iklan

One thought on “Cerita Anak : Kacamata Nadya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s