Aku Menyerah Pada Antibiotik

Aku sudah pelajari ngerinya pemakaian antibiotik yang berlebihan. Tubuh bisa resistant, cuek dengan obat kadar rendah, maunya digempur antibiotik terus baru penyakit say good bye. Seperti diriku yang dari kecil sering ke dokter, tubuhku nggak mempan cuma satu obat kalau sakit. Mesti beberapa macam baru sembuh. Mungkin ratusan antibiotik sudah kutelan. 😦

Aku tak ingin pengalaman yang sama berulang pada anakku. Aku tahu antibiotik efektif melawan bakteri, tapi bukan virus. Dulu anakku sempat terkena bakteri amoeba yang menyebabkan dia mencret terus-terusan, cek feses ke labor dan diresepkan antibiotik. Alhamdulillah, ada angsuran. Obatnya memang harus pakai antibiotik. Tapi kalau demam, aku berusaha hanya mengandalkan kompres saja, paling banter parasetamol.

Tapi demam anakku kali ini bandel, aku sampai ikutan sakit karena begadang. Sudah 3 hari panasnya naik turun. Rewel terus, minta gendong terus, tak mau makan. Aku mulai cemas, takut anakku semakin parah. Pagi hari dia ceria, siang lemes dan malam panas tinggi. Aku menyerah, meski aku tahu dokter harus meresepkan antibiotik, aku terima. Yang penting saat ini anakku sembuh.Aku tak boleh berpegang prinsip pempertaruhkan kesehatan anak.

Anaknya berobat, bundanya juga. Flu yang menyerangku sejak begadang menjaga anak sakit, diresepkan antbiotik juga. Tapi aku hanya minum vitamin dan obat. Antibiotik hanya memperpanjang jadwal minum obatku. Tak bisa stop saat tubuh sudah merasa enakan. Memang sembuhnya lebih lama, tapi selagi aku sanggup aku tahan sakit. Alhamdulillah baru 2x minum obat flu ku berkurang. Bagaimana dengan anakku? Alhamdulillah, saat ini memang antibiotik yang membantu pemulihannya. Jenis obat yang kubenci itu membantu kesembuhan putriku. Yang terjadi biar jadi pelajaran berharga. Tugasku setelah anakku sembuh adalah memperkuat imunnya agar tidak gampang sakit lagi. Kalau bisa tidak minum obat lagi. Semoga sehat terus ya nak…

Minum air kelapa bisa membuang racun di tubuh

Minum air kelapa bisa membuang racun di tubuh

IMG_20140806_140110

Madu dan jeruk memperkuat imun

*Foto ini diambil sewaktu anakku sehat. Sekarang berat badannya sedikit menyusut, terasa ringan saat digendong. 😦

Iklan

5 thoughts on “Aku Menyerah Pada Antibiotik

  1. Suka dilematis emang. Ngga tega liat anak sakit, apalagi kalo orang2 di sekililing udah mulai ribut, bawa ke dokter, ksih obat ini itu, antibiotik. Pada titik tertentu akhirnya menyerah 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s