Memungut Kenangan Di Ketinggian

Aku menyusuri jalan panjang yang berliku. Perjalanan 25 Km menuju ketinggian. Mulai terasa udara dingin, pohon berdiri gagah pinggir jalan. Cahaya matahari menerobos celah pepohonan. Aku merapatkan jaket. Udara dingin terasa menusuk ke tulang. Motor terus bergerak. Tak lama, aku sampai di lahan parkir. Setelah memarkir motor, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju puncak. Beberapa menit mendaki, sampailah aku di ketinggian dan mencari tempat beristirahat.

DSCN6273

Perjalanan menuju Puncak Lawang

Aku memilih duduk di bawah sebatang pohon rindang. Mataku menatap takjup pemandangan di bawah sana. Danau Maninjau terlihat jelas dan membentuk bayang-bayang awan yang berarak di atasnya. Seperti cermin raksasa yang menampakkan kebesaran sang Maha Kuasa. Rasa dingin tak lagi mengganggu. Aku sibuk merekam keindahan alam dengan kamera di tanganku. Subhanallah, indah sekali ciptaan-Mu.

Terlihat jelas Danau Maninjau

Sampai di Puncak, terlihat jelas Danau Maninjau

Seseorang menggenggam tanganku. Mataku menatapnya lembut, lalu kembali beralih menatap danau dari kejauhan. Ada rasa berdebar di hatiku. Pemandangan di bawah sana, genggaman lembut yang kurasakan, adalah tanda kebesaran-Nya.

Pohon-pohon berdiri gagah.

Pohon-pohon berdiri gagah.

Bagaimana aku bisa lupa, saat itu aku bersama suamiku, kami ke sana beberapa hari setelah menikah. Dia membawaku ke tempat yang belum pernah kusinggahi. Dan dia berjanji, “Saat punya anak nanti, kita akan ke sini lagi.” Lalu kami makan dan menghabiskan waktu berdua.

Tempat itu bernama Puncak Lawang, sebuah objek wisata di Kabupaten Agam Sumatera Barat. Tempat ini sangat tinggi, sering digunakan untuk kejuaraan olahraga paralayang. Sambil menikmati keindahan alam, kita bisa melihat wisatawan dalam dan luar negeri melompati ketinggian dan melayang sampai ke bawah. Tempat ini istimewa buatku. Meski bukan bulan madu keliling dunia, keindahan alam Indonesiapun tak kalah cantik. Dan yang paling penting, di sini aku menghabiskan waktu berdua dengannya saat masih ada rasa canggung.

DSCN0631.

Adu nyali di ketinggian.

Dan sekarang, sepertinya suamiku lupa akan janji manisnya. Mungkin tulisan ini bisa mengingatkannya, agar kami bisa mengajak putri kecil menikmati keindahan yang pernah kurasakan dulu.

“A Place to Remember Giveaway”

Banner GA

Iklan

5 thoughts on “Memungut Kenangan Di Ketinggian

  1. ayo mak suaminya diingatkan akan janji-janjinya 🙂 keren banget ya tempat ini, sayang jauh banget dari Semarang 🙂

    Terima kasih telah berpartisipasi di GA ini, good luck.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s