Move On Itu…

Dulu cita-citaku sederhana, menjadi ibu rumah tangga. Plis jangan ketawa. Aku memasang niat tulus karena ngiler dengan ratusan pahala buat istri yang patuh pada suami. Ada ulama yang bilang, saat istri mencuci baju suami dan nodanya hilang, berguguran pula dosa si istri. Menyambut suami pulang kerja, pahala. Mengandung bayi, pahala. Melahirkan bayi, pahala. Apapun pekerjaan istri untuk suaminya, dibalas oleh Allah dengan pahala yang besar. Menjadi istri dan ibu yang baik, hanya itu inginku.

Tapi…. ternyata menjalani kehidupan yang monoton itu menyebalkan. Aku terkurung di rumah, menjalani tugas ibu rumah tangga, menyusui anak, bermain dengan anak, dari pagi sampai sore itu-itu saja. Anakku semakin besar, aku semakin tua dan tidak ada sesuatu yang membuatku bangga sebagai ibu rumah tangga. Rasanya ingin bertukar peran dengan suami. Menikmati kebebasan dan setelah puas baru kembali ke rumah. *Mustahil.

Pantas saja ada warmom soal ibu rt vs wanita karir. Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Padahal tetangga memandang rumput kita yang lebih hijau. Daripada membahas soal rumput-rumputan, lebih baik kita Move On.

Bagaimana cara move on ibu rumah tangga yang sedang bete dengan tugas rutinnya? Bukankah sudah ada anak? Tenang… Anak tidak bisa dijadikan alasan. Yang harus dilakukan sekarang adalah mengatur suasana hati ibunya, agar bisa bahagia dengan keadaan sekarang. Tidak mungkin seorang ibu tega meninggalkan anak hanya karena bosan. Walaupun bosan, bersama anak tetap jadi tugas utama. Lagian siapa yang tega melepaskan wajah imut nan unyu-unyu begitu?

Salah satu cara melepaskan diri dari kebosanan adalah melakukan hobi yang paling kita sukai. Hobiku menulis, jadi tidak makan waktu dan biaya. Aku juga bisa menulis saat anak terlelap, sambil mengawasi anak bermain, dan dengan cepat menutup laptopku saat dia butuh aku. Ternyata menulis tidak butuh di keheningan malam menunggu ilham dan bikin banyak penyakit akibat begadang. Menulis kapanpun dan dimanapun bisa. Apalagi ada smartphone dengan berbagai aplikasi yang memudahkan. Sejak menikah aku tak menulis satu katapun di blog. Setelah anakku berumur satu tahun lebih aku baru mulai menulis. *kenapa tidak dari dulu?

Aku butuh aktualisasi diri, aku butuh pengakuan bahwa aku bukan ibu rumah tangga yang suka menghabiskan waktu dengan gosip tetangga dan hobi belanja. Saat kesal, saat marah, saat sedih, saat kangen, aku tumpahkan di blog. Niat mau curhat geje ternyata malah banyak dapat teman baru. Bersahabat dengan blogger di dumay terasa seperti sudah bertemu di depan mata. Padahal aku belum pernah kopdar dengan blogger manapun, kecuali adikku. *Ya iyalah, satu rumah… 🙂

Aku bahagia bisa ngeblog. Cukup sembunyi di balik monitor, ratusan senyum teman menyambutku. Silaturrahmi bertambah, ada hadiah kecil dari GA, dan berbagai kesempatan untuk mendapatkan rezeki. PAdahal niat awal Move On hanya ingin dihargai, malah dapat bonus dobel. Alhamdulillah.

Setiap manusia ingin dihargai, ingin merasa bahagia dan bebas dari perasaan minder. Kalau kita berkutat dengan pekerjaan itu itu saja sudah pasti bosan, capek, merasa tak berguna dan tak berarti. Padahal pekerjaan yang selalu kita lakukan itu sudah memberi banyak manfaat buat orang lain. Saatnya keluar sejenak  dan menghirup udara segar. Rasakan bahwa hidupmu sangat berarti.

Cara Move On versi aku:

1. Tingkatkan ibadah kepada sang Khaliq

Perasaan tak enak sering dijumpai pada jiwa yang jauh dari Tuhan. Dekatkan diri, rasakan kenyamanan dan kamu sudah jadi manusia baru. Terus tingkatkan amal ibadah.

2. Yakin bahwa “Aku Hebat.”

Terus terusan menyalahkan diri sendiri dan tidak menerima kenyataan, hanya membuat kita merasa semakin mengecil dan mengecil. Sementara orang-orang di sekeliling semakin hebat. Yakinkan diri, kalau orang lain bisa, maka aku juga bisa. Aku Hebat.

3. Lakukan hobi

Kadang dari suatu hal yang membuat terpuruk, kita bisa bangkit hanya dengan melakukan yang kita cintai. Bisa travelling, menulis, melukis, berkebun, atau wisata kuliner. Kita akan menemukan diri yang hilang, dan akan kembali dengan kalimat lantang “Inilah Aku.”

4. Lakukan demi orang yang dicinta

Kalau terus-terusan mengurung diri dan seluruh kisah didramatisir, kapan bangkitnya? Bangkitlah dan paksakan diri mengatakan “aku rapopo” demi orang-orang tercinta.

Ternyata Move On itu gampang dan bisa dilakukan oleh semua orang yang pernah terpuruk. Cinta yang kandas, pekerjaan yang hilang, kehilangan harta benda, kehilangan kepercayaan diri, perasaan pesimis dan banyak lagi. Kita semua pernah jatuh, dan kita semua bisa bangkit lagi. Cara bangkitnya yang berbeda-beda. Ada yang segera bangkit dan ada yang main drama dulu dan butuh dirayu supaya bangkit.

Kesimpulannya, Move On itu soal niat. Kalau niatnya tidak kuat, maka selamanya tidak akan Move On dalam hal apapun. Jadi selalu perbarui niat. Hidup ini seperti roda, ada saat di atas, ada saat di bawah. Itu lumrah. Yang harus kita siapkan hanyalah mental baja untuk menghadapi saat terpuruk. Bayi saja belajar jalan dan selalu jatuh, langsung bangkit dan tidak pernah menyerah kok.

Move On itu menaikkan level kita. Istilahnya naik ke kelas yang lebih tinggi. Bertemu masalah baru, jatuh lagi, bangkit lagi. Begitu seterusnya. Kalau masalah kecil belum kelar, kita tidak akan dihadapkan pada masalah besar. Berbaik sangkalah kepada Allah. ”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al Baqarah : 286).

Ayo bangkit generasi MOVE ON! Ikutan BIRTHDAY GIVEAWAY: MOVE ON yuuuk

move on

Iklan

9 thoughts on “Move On Itu…

  1. Dulu sebelum kenal blog, aku juga jenuh mbak dengan kehidupan yang monoton. Meski bekerja dikantor, tapi masih jenuh juga, rasanya hidup ini lempeng aja.. tapi sejak membiasakan nulis rasanya ada perubahan. Malah sekarang saya keluar kerja dan memilih jadi blogger aja 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s