(GIVEAWAY) Dongeng Masa Kecilku

Contoh Buku Dongeng Anak, yang ini karya Hastira Soekardi

Nenekku paling sering mendongeng di masa kecilku. Ada dongeng lucu-lucu yang bikin aku tertawa, ada dongeng nasehat, dan aku selalu minta diceritakan kembali. Anak kecil tak pernah bosan, minta lagi minta lagi. Nenek pintar mendongeng, setiap Nenek mendongeng, aku mendengarkan sambil mengelus-elus urat tangan Nenek yang menonjol. Rasanya asyik, sambil membayangkan cerita Nenek dalam fantasiku. Nenek membiarkan aku mengelus tangannya, sama sekali tidak merasa geli.
Selain cerita rakyat dan nasehat, Nenek suka menceritakan kisah nabi dari buku yang dibacanya. Belum sekolah, aku sudah hafal beberapa nama Nabi dan Mukjizatnya. Kisah-kisah ajaib Nabi diselamatkan Allah lewat mukijzat, menjadi perhatian buatku. Aku membayangkan laut yang dibelah Nabi Musa sebesar bentangan tanganku, aku membayangkan api yang membakar Nabi Ibrahim sebesar api tungku dapur ibuku. Sederhana sekali, karena waktu itu belum ada media untuk menggambarkan kisah itu secara detil. Jadi apa yang ada dalam imajinasiku, tak bisa diperbaiki oleh Nenekku. Setelah besar baru aku tahu, mukjizat tak sesederhana itu.
Nenek juga pintar menceritakan Sorga dan Neraka. Aku bisa tersenyum membayangkan bisa mengambil madu dari sungai madu. Aku membayangkan gampangnya memetik buah dari dahan yang rendah. Pun aku bisa meringis membayangkan kejamnya Neraka. β€œYang tidak shalat masuk neraka,” kata Nenek. Aku takut dan ikut shalat memakai mukena kecil buatan ibuku.
Mendengarkan dongeng itu mengasyikkan, karena anak bisa membayangkan isi cerita sesuai imajinasinya. Jauh beda dengan menonton, anak pasif dan hanya memandang layar berisi gambar-gambar bergerak. Walaupun zaman sudah canggih dengan segala kemudahan untuk menjelaskan sesuatu lewat media, mendongeng itu tetap mengasyikkan.
Hanya satu yang tidak didongengkan nenekku. Kisah putri dan pangeran. Entah itu Cinderella, Puteri Salju atau siapapun itu. Dongeng princes bukan konsumsi anak-anak. Tak perlu ceritakan kisah cinta dua dewasa dan akhirnya menikah. Bagaimana memperjuangkan cinta mereka hingga mereka bersatu. Meski dalam versi kartun, menurutku itu bukan dongeng yang mendidik. Aku bersyukur dibesarkan dengan cerita bermanfaat, kisah Nabi dan sahabat, kisah lucu dalam lingkungan anak-anak. Nenekku hebat. *Alfatihah buat Nenek.
Ayahku juga pintar mendongeng. Dengan media buku bergambar, terutama majalah Bobo, ayah menceritakan Kisah Negeri Dongeng. Aku mendengarkan sambil menatap gambar Oki dan Nirmala. Tulisan kecil di bawah gambar belum bisa kubaca, jadi aku hanya mendengarkan kisah dari mulut ayahku. Ayah juga menceritakan Bona dan Rong-rong, Bibi Titi Teliti, Lobi-lobi, Paman Kikuk Husin dan Asta, aku mendengar sambil menatap gambar yang dimaksud.
Sampai saat ini, aku masih teringat manisnya didongengkan. Dongeng itu sarana efektif pembelajaran. AkuΒ  guru TPA, guru-guru sepakat hanya mendongengkan kisah yang memberi Ibrah / pelajaran. Dan sebisa mungkin hindari kisah percintaan. Bahkan dalam menceritakan pernikahan Nabipun kami hanya menggambarkan sepintas lalu, karena itu bukan bahan ajar utama.
Ayo mendongeng, pakai buku lebih asyik. Tak pakai buku pun tak apa, biarkan imajinasi anak berkembang. Mereka akan mengingat kisah manis itu sampai dewasa. Mereka akan mudah belajar dari contoh-contoh kisah dongengmu, dan akan menularkan kisah itu pada anak-anaknya. Seperti yang kurasakan sekarang. πŸ™‚

Give Away Semua Tentang Dongeng Anak

Iklan

6 thoughts on “(GIVEAWAY) Dongeng Masa Kecilku

  1. Mendongeng membuat imajinasi anak berkembang ya mak, bahkan apa yang kita dongengkan kepada anak seolah melekat dan terus diingat sepanjang masa

    Semoga sukses dg GA-nya ya mak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s