My Unforgettable Journey: Ke Sawah

Sudah lama aku ingin menuliskan cerita pengalaman Nurul ke sawah (emak norak) tapi belum ada kesempatan dan dihimpit rasa malas *faktor utama. GA Momtraveler memaksaku menceritakan kisah ini, sudah berbulan-bulan yang lalu, saat Nurul masih punya 2 gigi. Kisah singkat, jalan-jalan ke sawah. 🙂

Waktu itu aku dan keluarga mengunjungi bako Nurul. Bako adalah keluarga dari pihak ayah. Berarti rumah tempat ayah Nurul dibesarkan. Rumah bako Nurul terletak di KecamatanPalupuh, Kabupaten Agam Sumbar. Lumayan jauh dari Bukittinggi, memakan waktu kira-kira 1 jam perjalanan melewati perjalanan berkelok-kelok. Pemandangan kiri kanan serba hijau, sejuk di mata.

DSCN2533

Palupuh daerah perbukitan. Dingin dan tenang. Rata-rata mata pencarian masyarakatnya bertani. Di sini sawah sangat luas, beda dengan kampungku. *sok kota.  Saking luasnya, perjalanan ke sawah mertuaku butuh waktu hampir 1 jam. Karena mengajak Nurul, kami pakai jalan pintas, lewat jalan utama pakai mobil, disambung sedikit berjalan kaki sekitar 15 menit. Saat itu ibu mertua sedang panen padi, dan kami tidak memberitahu kedatangan kami ke kampung. Akhirnya setelah beristirahat di rumah, kami susul ibu ke sawah.

Nurul dan Ayah

Nurul dan Ayah

Suasana sore di sawah terasa tenang. Suara jangkrik, suara air yang mengalir di sungai, membuat Nurul mengantuk dan tertidur. Aku dan suami bergantian menggendong Nurul yang sedang tidur. Tangan mendekap anak, mata sigap melihat pematang sawah dan kaki harus sesekali melompati tanah basah. Petualangan seru dan konyol. Harusnya ke sawah pakai baju nyaman dan alas kaki praktis, jadi tak perlu hati-hati takut kotor begini.
DSCN2603

Akhirnya sampai di sawah ibu mertua. Dari kejauhan beliau terlihat kaget dengan kedatangan kami. Ibu tidak membawa hp, jadi kedatangan ini memang tak disangka-sangka. Aku menunggu di samping batu besar, suami menyusul ibu mendaki beberapa pematang sawah lagi. Jalan ke sana sempit, tak mungkin aku ikut sambil mengendong anak. Perjalanan yang cukup melelahkan, aku merasa capek, keringatku menetes di dahi. Terlihat ibu dan suami berbincang sebentar, lalu suamiku balik dan menyampaikan pesan ibu agar kami segera balik. Tak baik bawa anak ke sawah. Takut kenapa-napa.

Nurul dan Bunda

Nurul dan Bunda menunggu ayah

Ibu segera menyusul kami untuk pulang bersama. Akhirnya jalan-jalan ke sawah cuma jadi cara membuat Nurul lelah dan mengantuk. Begitu sampai di rumah, Nurul bangun dan bermain lagi. Melihat merpati, memetik buah markisa, bolak-balik sesuka hati. Suasana baru membuat rasa kantuknya lenyap.

Matahari senja, saatnya pulang

Matahari senja, saatnya pulang

Demikianlah cerita singkat petualangan Emak Nurul ke sawah. Datar dan sangat singkat. Mengajak anak mengenal alam lebih baik daripada mengajaknya ke zona bermain anak. Aku tak suka suasana bising di zona bermain, Nurul juga kurang betah. Sebisa mungkin, kenalkan anak dengan sesuatu secara langsung, bukan mengenal benda lewat internet.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Unforgettable Journey Momtraveler’s Tale”

banner GA ku

Iklan

3 thoughts on “My Unforgettable Journey: Ke Sawah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s