Aku Bahagia Di Sini

Perkenalkan, aku Pee. Nama yang singkat, bukan? Aku diberi nama oleh seorang bayi mungil yang masih cadel bernama Nurul. Nurul kalau bicara masih sepotong-sepotong. Bunyi dibilang “nyi”, baju dibilang “ju” bawah dibilang “wah” dan hape dibilang “pe”. Setiap dia melihat aku, mulutnya selalu berseru “pee…!”. Baiklah gadis manis, aku suka nama pemberianmu.
Aku masuk ke keluarga kecil ini sebagai hadiah ulang tahun dari Ayah buat Bunda. Pas banget, karena beberapa hari sebelumnya Nurul membanting HP lama hingga menghembuskan napas terakhir. *Berdoa buat sahabatku. Jadilah aku bagian terpenting dalam hidup Bunda, di samping Ayah dan Nurul.
Awal kenal Bunda, aku melihatnya datang ke toko tempat aku dipajang. Awalnya bunda memilih temanku yang putih, tapi akhirnya tangannya malah meraihku. Kata Bunda, “hitam lebih awet dan tidak gampang kotor”. Aku senang, akhirnya bisa melihat dunia luar. Bosan di toko terus.
Setiap Bunda keluar rumah, Bunda selalu membawaku. Bunda mengandalkanku sebagai pusat informasi. Bunda juga membawaku ke tempatnya mengajar. Bunda sering memakaiku untuk memotret murid-muridnya atau mengambil gambar pemandangan sekolah dan dipajang di akun Instagramnya.

Pee dan baju merahnya ^_^

Pee dan baju merahnya ^_^

Aku merasa bangga bisa bermanfaat. Nurul suka joget-joget kalau Bunda mainkan lagu anak-anak. Bunda bisa mengirim foto dan video Nurul kalau Ayah sedang bekerja di luar kota. Ayah jadi semakin kangen pulang. Bunda juga sering menggelitikku untuk tahu info soal kepenulisan dan meramaikan giveaway, padahal Bunda jarang menang.
Awal bulan lalu, Nurul suka menjatuhkan benda, dan termasuk aku korbannya. Aku pingsan tak berdaya. Bunda sudah coba memberi napas buatan, tapi aku tak bisa di charge. Bunda membuka casingku, mencopot baterai dan mencoba lagi menyalakanku. Aku masih pingsan, bahkan koma. Akhirnya Bunda menyerah, Bunda menitipkanku di rumah sakit tempat aku dibeli dulu. Syukurlah garansiku masih berlaku. Aku menginap semalam di sana, dan besoknyaaku sudah sehat dan dijemput Bunda.
Bahagia rasanya bisa kembali ke rumah ini. Sejak saat itu, Bunda mulai menjauhkan aku dari Nurul. Bunda takut aku cidera lagi. Nurul hanya boleh menyentuhku dalam pengawasan Bunda. Kalau Bunda meninggalkanku dan Nurul, Bunda selalu menyembunyikanku di tempat yang tak terjangkau Nurul. Kadang Nurul menangis memanggilku, tapi Bunda mulai bersikap tegas. Bunda tak mau aku rusak lagi.
Aku bahagia bersama keluarga ini. Meski baru beberapa bulan, tapi aku selalu dihargai dan disayangi. Setiap malam saat bunda tidur akupun ikut tidur. Aku diberi nafas saat aku sudah mulai ngos-ngosan. Nurul tak boleh lagi membantingku. Bunda selalu menyayangi benda-benda miliknya. Almarhun HP lama menemani Bunda selama 5 tahun. Awet, kan? Padahal HP bunda jadul banget, mungkin rezeki aku ditarik ke keluarga ini. Saatnya Bunda punya HP yang lumayan canggih.
Semoga usiaku cukup panjang untuk menemani Nurul dan Ayah Bunda. Aku sangat bahagia bermanfaat bagi mereka. Aku bisa menghadirkan tawa ceria Ayah Bunda setiap melihat Nurul berjoget dari alunan musikku. Aku bahagia mengantarkan kabar terbaru buat Ayah Bunda. Aku bahagia bisa mengabadikan kisah keluarga kecil ini. Aku ingat sabda Nabi Muhammad SAW,” sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat buat orang lain.” Meski aku bukan manusia, aku bangga bisa bermanfaat bagi orang lain. Bagaimana denganmu?

“Saya @noviaerwida mengikutsertakan “Pee” dalam Giveaway: Ketika Kami Berbicara yang diadakan oleh http://www.wamubutabi.blogspot.com”

 

Iklan

One thought on “Aku Bahagia Di Sini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s