Kenangan Bersama Tante

Aku baru kehilangan tanteku. Tanteku tidak punya anak, dia menjadikanku dan sepupu-sepupuku sebagai anaknya. Tante adalah ibu dari semua anak-anak saudaranya. Tante sudah punya beberapa cucu. Tak kusangka beberapa hari yang lalu saat membezuk tante di rumah sakit,  adalah saat terakhir Nurul bertemu Nenek Ibuk. (Tante memanggil dirinya Ibuk)

Tante punya suami yang super setia. Kami menyebutnya Pak Etek. Selama dirawat di rumah sakit, Pak Etek tak boleh jauh dari tante. Pak Etek selalu terjaga setiap Tante bangun dan minta sesuatu. Tante tak berdaya. Tidur dengan tubuh penuh selang (oksigen, infus, kateter dan sonde).  Pernah tante melepaskan infusnya sendiri, badannya langsung dingin. Dan saat Pak Etek lengah, tante pernah melepaskan sonde. Tak beberapa lama, tante harus dipindahkan ke ICU.

Antara sadar dan tidak, tante sering mengantuk karena pengaruh obat. Kadang merasa sudah di rumah. Kadang merasa di Rumah Sakit Yarsi (padahal dirawat di RSAM) dan kadang tak tahu dengan lawan bicaranya. Tak lama setelah bicara, tante tidur. Lalu bangun lagi dengan topik baru.

Namanya orang sakit, pasti sensitif. Keinginannya harus dituruti. Tante minta belikan Teh Kotak 6, Wafer 6 dan roti coklat 6. Nggak pakai lama. Padahal sudah malam. Aku cuma ngumpet dan berharap tante lupa. Saat aku pamit mau pulang, tante tanya pesanannya. Aku jawab sudah dibeli dan dibagikan ke anak cucu. (terpaksa pake bohong) Tante marah dan menyuruhku membeli lagi. Aku dikasih uang 50.000. Niatnya membelikan anak cucu makanan, supaya anak cucunya mendoakan tante. Aku melongo. Akhirnya aku ambil uang itu dan aku kasih ke pak etek.

Sampai di rumah, aku hubungi ibuku yang ikut menjaga tante. Ternyata tante sudah lupa dengan pesanannya. Aku lega. Kalau tante ingat, aku akan belikan makanan itu besok siang. Ternyata sudah lupa. Banyak lagi permintaan tante antara sadar dan tidak. Intinya, dia ingat anak cucunya. Waktu tante sehat, tante suka memberi kami makanan, tante suka memasak dalam porsi besar untuk dibagi-bagikan.

Tante merasa berkesan diajak jalan-jalan oleh salah seorang sepupuku. Tante bilang “Si Im mengajak jalan-jalan ke Jakarta, sekalian ke Mekah.” Aku mengaminkan keinginan tante.

Ini foto terakhir tante bersama saudaranya. Tante memakai gamis biru.

Foto Fadhila Putri Taufiq.

Setelah kehilangan, baru terasa betapa berartinya sebuah hal kecil. Kami tak akan lupa perhatianmu. Kami anak-anakmu akan selau mendoakanmu. Semoga Tante mendapat tempat terbaik di sisi Nya. Aaamiiin…

Malam duka, 11 Januari 2014

Iklan

10 thoughts on “Kenangan Bersama Tante

  1. innalillahi wa inna illaihi rojiun…semoga amal baik beliau diterima dan diampuni dosa2nya oleh Allah ya mak…yg sabar ya mak..turut berduka..

  2. Ikut duka cita. Iya… kadang ada perempuan yg sedemikian pengasih dan penuh cinta tapi ditakdirkan tidak punya anak. Tapi ada perempuan yg egois kejam dan pemarah tapi lancar jaya dikaruniai anak meski si perempuan ini tidak menginginkannya. Takdir itu misteri. Tapi tante n ommu pasti tahu takdir apa yg membahagiakan mereka dan merekaa sudah menjalaninya. Semoga tantemu diberi tempat terbaik di sisiNya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s