Saat Mahasiswa Baru Harus Kehilangan Nyawa

Pagi ini saya dikagetkan dengan berita ospek salah satu institut di kota Malang. Ospek kembali memakan korban. Kenapa ospek identik dengan kekerasan dan pembodohan? Bukankah mahasiswa senior itu harusnya lebih mengerti tentang HAM dan kemanusiaan?Seorang mahasiswa baru di bully, dikasari dan satu kalimat terlontar “Kalau mau mati, mati saja, biar langsung dikubur disini.” Geram aku membaca beritanya. Mahasiswa  itu tak diberi air padahal dia kehausan, pingsan dan akhirnya meninggal karena dehidrasi. Sekarang, siapa yang mau tanggung jawab?

Yang lebih disayangkan adanya tindakan tidak pantas dari senior laki-laki ke mahasiswi baru. Sudah mengarah ke pelecehan. Pihak kampus sepertinya tutup mata ya. Kenapa membiarkan senior jahat berkuasa? Malah menjadikan pelecehan sebagai salah satu acara ospek. Apa semua sudah tak punya nurani lagi? Apa mahasiswinya tidak trauma dengan perlakuan terhadap mereka? Ini kampus, tempat mencari ilmu. Senior malah mengenalkan cara binatang. Mahasiswa apaan? Ini yang rajin demo menuntut pemerintahan? Apa jadinya mahasiswa begini jadi pejabat? Bisa hancur negeri ini.

Saya setuju kalau ospek dihapuskan. Pengenalan kampus bisa dipelajari lewat materi dan tak perlu ada acara lapangan atau perkemahan. Ajarkan saja di aula kampus. Kenalkan seluk beluk kampus dan semuanya berhubungan dengan akademis. Bukan kekerasan. Saya yakin, kalau semua sepakat ospek dihapuskan dan tidak ada lagi kekerasan, untuk ke depan Indonesia akan lebih baik lagi.

Ingat kata Aa Gym. Untuk melakukan perubahan hanya perlu 3 M.

1. Mulai dari hal kecil

2. Mulai dari diri sendiri

3. Mulai saat ini

Semoga tulisan ini menggugah agar ospek dihapuskan. Kita ganti dengan yang lebih bermartabat, agar anak-anak kita kelak menjadi orang santun dan beradab. Aamiin…

Iklan

13 thoughts on “Saat Mahasiswa Baru Harus Kehilangan Nyawa

  1. Saya juga tidak setuju dgn ospek atau apapun namanya …
    Intinya kan untuk pengenalan mahasiswa baru terhadap kampus mereka?

    Pengenalan perusahaan untuk karyawan baru saja dilakukan dgn cara yg baik & santun.

    Sedangkan ini kan lembaga pendidikan? harusnya cara lebih “berpendidikan”

  2. Kalau saya mah males ikut ospek gituan. selain gak ada guna dan manfaatnya, nilai akademis juga gak tergantung sama sekali dengan ospek kok. di skip aja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s