Selalu Istimewa

Tepat hari ini, berkurang jatah umurku setahun. Bagi yang sudah di atas tiga puluh titik-titik, hal ini seharusnya menjadi bahan renungan. Sudah sejauh mana perjalanan hidupku, sudah berapa orang yang bermanfaat dengan keberadaanku, sudah setinggi apa imanku. Aku ingin ulang tahun sederhana, tanpa kue, lilin dan hadiah.

Aku tidak ingin merayakan, cukup sedikit makan-makan dengan keluarga dan orang tua. Tapi suamiku selalu penuh kejutan. Pagi hari sudah tersedia kue cantik yang langsung dicolek Nurul saking menariknya. Namanya juga anak-anak. 🙂

Belum pakai lilin, takut rahasia terbongkar :)

Belum pakai lilin, takut rahasia terbongkar 🙂

Lalu suamiku menyalakan lilin dan Nurul tiup lilinnya sampai monyong. Lalu suamiku mendoakanku dengan rentetan doa-doa panjang.

– Semoga Bunda selalu dilindungi Allah

– Semoga Bunda menjadi Ibu terbaik di dunia

– Semoga Bunda menjadi penulis terkenal (Doa favoritku)

– Semoga Bunda menjadi penyabar (Nyindir sekaligus doa)

– Semoga rumah tangga kita Sakinah, Mawaddah wa Rahmah. Aamiiin Ya Rabbal Aalamiiin.

Ada hadiah istimewa buatku, pas butuh pas ada. Alhamdulillah. Terima kasih suamiku. Setiap hari jadiku, selalu istimewa.

Iklan

2 thoughts on “Selalu Istimewa

  1. Aamiin. Met milad ya, Mak. Coba mana lilinnya, hehe.
    Kalo di rumahku ada kue yg cantik, sengaja dikeluarinnya pas mo tiup lilin aja. Trus abis foto2, langsung potong. Kalo ga, tu kueh ga bakalan selamat dari bocah2 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s