Blog Pengganti Diary

Dulu aku suka menulis. Duluuuu banget. Waktu aku masih imut-imut aku sering mencurahkan isi hati ke buku diary. Kalau lagi mood, dalam sehari habis beberapa lembar. Jadinya satu buku tak cukup buatku. Bersambung lagi curhatannya ke diary selanjutnya. Karena buku diary mahal, apalagi yang wangi, warna warni, dan gembok kuncinya kenceng banget, akhirnya aku memilih yang ekonomis aja. Aku beli buku tulis isi 100 yang sedikit berwarna. Biarlah tak pakai kunci. Yang penting aku tau dimana harus umpetin agar adikku yang super kepo tidak bisa baca.

Sekarang diary nggak laku lagi. Sudah jamannya ngeblog. Bisa berbagi dan saling komentar sesama blogger. Aku membuat blog ini tahun 2011, dan hanya berisi 1 postingan. Sayang banget, memang. tapi aku tak pernah niat untuk menyempatkan diri untuk menulis. Tidak lagi seperti dulu. Kesibukanku mengajar dan baru menikah pada waktu itu membuatku tak memikirkan menulis. Aku sibuk dengan peran baruku.

DSC_0307

Baru sekarang aku menyesal. Kalau saja dulu aku bisa mencurahkan momen-momen berhargaku di awal kehamilan, merasakan tendangan bayi di perutku, menceritakan kelahiran bayiku pada saat itu, mungkin lebih ngena. Karena feel-nya dapet. Blog ini malah kosong  setahun penuh. 2012 tak ada peristiwa. Padahal itulah hari-hari sibukku penuh warna. Kehamilan, kelahiran, suka duka jadi ibu baru.. Sayang banget momen itu tak terukir indah.

Karena itulah aku mulai membuat jadwal. Tidak ada lagi jadwal buka sosmed, kecuali untuk cari info atau yang penting-penting saja. Laptop nyala hanya untuk menulis. Jadwal untuk sosmed hanya boleh 1 jam sehari walau kadang kebablasan. Padahal waktu menulisku sempit banget. Aku harus menunggu bayiku tidur dulu.

DSCN4857

Seperti saat ini. Dia sedang tidur habis mandi tadi pagi. Biasanya bisa tahan sampai 2 jam. Hanya di waktu inilah aku bisa menulis. Setelah dia bangun, aku tak bisa lagi menyentuh laptop. Jadi karena waktu bertemu laptop dijatah, aku akan manfaatkan habis-habisan. Lebay

DSCN4866

Pekerjaan rumah tangga tak pernah habis. Ditambah lagi aku mengajar partime. Aku harus betul-betul bisa memanfaatkan waktu. Dan aku akan merasa sayang kalau sehari tak bisa menulis. Minimal aku bisa curhat. Karena itu, menulis itu harus niat banget, dan disempatkan. Kalau menunggu ide muncul di waktu yang tenang, buat aku itu mustahil. Mana mungkin bisa semedi nunggu ilham di tengah rengekan anak.

Saat ini blog buatku hanya untuk berbagi cerita. Aku belum pernah kopdaran. Sesama blogger di dalam kota saja aku tak pernah, apalagi luar kota dan nusantara. Mungkin kalau ada waktu lapang akan kuusahakan. Rasanya ingin seperti teman-teman yang sudah seperti saudara saat pertama kali kopdar.

Menulislah. Luangkan waktu buat ngeblog. Sesibuk apapun kamu. Asal ada niat, pasti bisa.

“Cerita ini diikutsertakan dalam 2nd Give Away Ikakoentjoro’s Blog”

Iklan

19 thoughts on “Blog Pengganti Diary

  1. aku dulu jg selalu nulis diary,,ampe kuliah,,ya terakhir kuliah,,skrg gak lg coz uda punya suami,,kalo blog jd diary,,ya kdg2,,cm gak bisa nulis sbebas diary,,marah, nangis, smua2nya deh,,

  2. Bisa meluangkan waktu untuk menulis memang me time yang mengasyikkan. Saya sudah pernah beberapa kali kopdar, tapi kebanyakan karena teman-teman main ke rumah, bukan kopdar rame-rame.
    btw, kunjungan perdana di sini… ^_^

    • Aduuuh, maaf… kok perdana siih…
      Habis nulis komen diatas, saya baca-baca tulisan mbak yang lain.. ternyata mbak Novi malah ikut di GA Menyemai Cinta saya. Hihihi… maaf ya mbak. #ngumpet dibalik monitor. maluuuuu…

  3. Ping-balik: 2nd Give Away Closed

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s