Menyemai Cinta, Menuai Berjuta Asa

Ada hal pahit yang akan kuceritakan kepada teman semua. Semoga bisa jadi pembelajaran bagi kita bersama. Yakinlah bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang percaya dengan Nya, percaya dengan janji Nya.

Waktu anakku umur 1,5 bulan, dia sempat diopname selama 8 hari. Hari-hari suram yang kulalui di rumah sakit. Berurai air mata, cemas dengan keadaan anakku. Ditambah lagi dengan diagnosa dokter, bahwa pita suara anakku rusak. Memang, beberapa hari sebelum dirawat, suara anakku melemah. Bahkan saking lemahnya, aku tak bisa dengar dia menangis walaupun dia tidur di sampingku. Aku setel alarm setiap 2 jam untuk menyusuinya. Aku hanya mengerti tangisannya dari mimik wajahnya. Tanpa suara. Ibu mana yang tak sedih?

Aku sudah bilang ke dokter, tolong carikan obatnya. Dan dokter menjawab. “Mungkin pita suaranya rusak, tak ada obat. Berdoa saja.” Hancur hatiku mendengar jawaban ringan dokternya. Airmataku bercucuran, tubuhku yang sedang memeluk bayiku terguncang menahan agar tangis tak bersuara. Dan dia terbangun. Menatapku. Hatiku semakin hancur membayangkan masa depannya.

Selalu ada harapan, aku yakin. Aku tahu dokter hanya menjalankan tugasnya, menyampaikan hal-hal yang sesuai dengan ilmunya. Kata dokter, berdoa. Ya, aku sudah berdoa dan meminta doa orang-orang shaleh. Dan aku akan menempuh jalan selain hanya berdoa. Aku bersedekah. Lebih banyak dari biasanya. Padahal untuk biaya rumah sakit, tabungan kami sudah menipis. Tapi kubaikan rasa khawatir  itu.Soal uang perawatan aku bisa meminjam. Yang penting sedekah dulu.

Subhanallah, begitu uangnya sampai ke tangan anak-anak yatim, aku merasa lega luar biasa. Semua terasa ringan. Dan sore harinya, keadaan bayiku berangsur membaik. Suaranya mulai terdengar, meski sangat halus. Aku bahagia mendengarnya.

Beberapa hari kemudian, suaranya semakin keras. Berat badannya bertambah. Dan dia mulai mengoceh. Allahu Akbar. Keajaiban sedekah. Anakku berangsur sembuh.

Begitu anakku keluar dari rumah sakit, seluruh biaya perawatan dibayar kantor suami. Tak ada lagi kecemasan soal uang. Saat itulah aku melihat balasan Allah. Anakku sembuh, biaya perawatan gratis, dan hatiku lega luar biasa. Selalu ada kemudahan bagi orang-orang yang yakin. Terima kasih ya Allah.

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Berbagilah, dan kamu akan dicintai.

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani 

Give Away - Menyemai Cinta

Iklan

18 thoughts on “Menyemai Cinta, Menuai Berjuta Asa

  1. Subhanallah….
    keajaiban Allah selalu datang dari arah yang tidak terduga
    “Fabi-ayyi aalaa-i rabbikumaa tukadzdzibaan”
    Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

  2. Allah tak pernah ingkar dengan janjiNya. Sedekah yang dilakukan dengan tulus ikhlas, akan membawa keberkahan. Turut berbahagia atas sehatnya ananda. Semoga menjadi anak yang sholeh/sholehah.

    Terima kasih partisipasinya, tercatat sebagai peserta.

  3. abdul rahman taufiq berkata:

    subhanallah,, mantap ni wit,, terharu bacanya,, emang betul di dalam al-quran dikatakan : “siapa yang betaqwa kpada Allah, maka Allah akan memberinya jalan keluar dari berbagai masalah dan Allah akan memberinya rezqi dri jalan yang tak di duga2.”.. 🙂

  4. datang berkunjung…

    waw… subhanallah…
    keajaiban sedekah ya…,
    semakin menyadarkan siapapun yang baca posting ini untuk semakin giat bersedekah. sedekah itu sesuatu yang ajaib…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s