Motor Revo-ku

Bicara soal benda kesayangan, aku paling sayang sama motorku. Karena itu benda terbesar (dan termahal) yang pernah aku beli dari hasil keringat sendiri. Beberapa tahun menabung, Alhamdulillah bisa beli tunai. Dengan motor itu aku bisa hemat waktu, hemat ongkos dan bisa menolong orang-orang yang searah jalan. Soalnya dulu aku sering numpang motor teman-teman, saatnya membalas pada orang lain.

Motor ini kubeli tahun 2009, sampai saat ini masih mulus. Warnanya merah, menyala. Saat membeli, aku belum mahir bawa motor. Setelah motornya sampai di rumah, baru aku belajar. Dulu pernah bawa motor kakak, nyungsep  ke kali. Setelah trauma bertahun-tahun, kuberanikan diri bawa motor lagi. Meski sempat jatuh dan lecet-lecet, namanya juga belajar. Dan 15 hari kemudian, motor baruku menempuh jalanan kota. Gemetar, senang dan cemas campur aduk saat aku pertama kali mengendarainya.

Waktu itu aku belum menikah, aku mengajar di banyak tempat. Jadilah motorku sebagai pengantar setiaku kemanapun aku mengajar. Aku mengajar di kota Bukittingi, di salah satu sekolah di Gunung Singgalang, dan di sekolah 200 m dekat rumah. Motorku sangat berjasa, aku tak perlu minta diantar ayahku lagi. Dan gajiku bisa ditabung, tak habis buat ongkos lagi. 🙂

Yang selalu berjasa mengantarku

Yang selalu berjasa mengantarku

Ada yang menarik tentang motor ini.  Dan ini jadi perhatianku sejak sebelum menikah. Ada kecocokan antara motorku dan motor suamiku. (Lha, yang nikah orangnya apa motornya??). Motor suamiku beda merk, tapi warnanya sama. Plat nomornya juga mirip. Bedanya, motor suamiku tak terawat hehe. Ah, urusan jodoh sudah ketentuan dari sananya. Nggak ada hubungan sama motor kali ya?? Kebetulan aja.

Setelah menikah aku masih ditemani motor setiap mengajar. Setelah aku hamil, aku mulai membatasi diri membawa motor. Dokter menyarankan banyak istirahat. Ada sedikit masalah dengan kehamilanku. Aku istirahat mengajar selama hamil muda. Begitu aku merasa sudah kuat, dan diizinkan dokter, aku kembali mengajar. Tapi suamiku tak mengizinkan membawa motor. Takut ada apa-apa dengan bayi yang sudah kami tunggu-tunggu. Jadilah selama hamil aku duduk manis di kursi penumpang. Diantar ayah, suami, adik atau tukang ojek. Merepotkan, memang. Aku merasa membebani semuanya. Tapi demi si kecil, aku harus bersabar.

Yang bikin nggak sabar si tukang ojek. Namanya mengajar, kita punya jadwal. Ojeknya sering datang telat. Padahal sekolah yang di Gunung Singgalang cuma bisa ditempuh pakai ojek.  Mencoba sabar, sabar… akhirnya aku numpang sama teman kerja. Alhamdulillah dia tidak keberatan barengan pergi dan pulang.

Setelah anakku lahir dan aku mulai mengajar lagi, aku bisa kembali akrab dengan revo-ku. Mudah-mudahan aku selalu bersama si revo, sampai mengantar jemput anakku sekolah nanti. 🙂

Tulisan ini diikutsertakan dalam event Giveaway Wedges, kaos dan buku

Iklan

19 thoughts on “Motor Revo-ku

  1. bengkel sih bukan Bu, cuma toko kecil yg menyediakan keperluan bengkel, kl cari gula juga disini menyediakan, minuman botol, obat2an warung. kopi sasetan, aduuuuuh promosi lg 😦

    salam kenal juga Bu… 🙂

  2. sampai sekarang aku masih takut mengendarai motor… bisa tapi takut, soalnya tiap bawa seringnya jatuh sampai ada yg dijahit pula .. hiks..
    Mengajarnya semangat sekali Mak yg satu ini.. jadi ketularan.. ahhh… saya ikuti jejak semangatnya..
    Salam kenal… ^^

  3. asyiknya punya motor kesayangan. cerita tentang naik motor, saya pernah terpelanting jatuh dari motor gara-gara melamun sampai meninggalkan bekas di siku. untungnya tidak sampai trauma, jadi tetep bandel kalau naik motor ngebut. tapi setelah nikah, enggak berani ngebut lagi

  4. Aku suka warna merah mbak 😀 apalagi yang menyala.. revo emg modis, matanya bagus.. hohoo.. tapi sayang sampe setua ini aku ga bisa naek sepeda motor.. cuma jadi penumpang setia 😀 salam kenal mbak.. sukses yaa buat GAnya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s