Menyusui Tandem

Bahagianya punya bayi. Repotnya ngurus bayi bisa hilang melihat senyumnya. Ada 2 bayi di rumah ini. Mereka mirip anak kembar. Adik saya punya bayi 5 bulan, bernama Qisti. Dan bayi saya 8 bulan, bernama Nurul. Saya dan adik sama2 bekerja.  Untungnya ada Ibu yang bersedia jagain cucunya. Nenek baru punya cucu, langsung dapat 2 orang. Senangnyaaa..

Nurul dan Qisti

Karena anak saya dan anak adik sepupuan, dan mereka juga sama2 perempuan, maka dibuatlah kesepakatan untuk saling menyusui bayi. Tidak akan mengacaukan nasab, karena mereka juga tak mungkin menikah kelak. Apalagi dalam adat minang, sepupu dari garis ibu dilarang menikah. Karena keturunan di Minang berdasarkan Matrilineal.

Ada teman yang bilang, kok berani menyusui 2 bayi sekaligus? Ntar ASI nya kurang. Awalnya saya sempat kuatir ASI kurang. Ternyata nggak tuh. Justru semakin dihisap bayi, semakin banyak produksi ASI. Kan ASI selalu menyesuaikan kebutuhan bayi, supply by demand. Alhamdulillah.  Belum pernah salah satunya kekurangan ASI. Kalaupun mereka sama2 nangis, harus antri dulu menyusu, sapa yang paling butuh, dia yang dahulu. Misalnya menyusu terakhir 2 jam terakhir, sementara yang satu lagi baru 1 jam. Yang pertamakali diselamatkan pasti yang kelaparan dong..?

Alhamdulillah, Nurul ASI ekslusif sampai 6 bulan. Dan si adik juga masih ASIX. TAnpa sufor, dua-duanya. Mudah-mudahan ASI selalu mencukupi kebutuhan sampai mereka berumur 2 tahun. Amiiin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s